kesempatan yang kudapat kali ini kesempatan special dari Sang Maha, untuk orang yang sangat special bagiku dan dalam kondisi yang special.
Kukira setiap orang yang mendengar orang yang kita cintai dan sangat berarti bagi kita sakit dan lemah, apalagi posisi berjauhan dengan orang tersebut, akan merasa gundah, sedih dan bingung. 
Sungguh tak mudah membagi bagi perhatian dan meletakkan prioritas2, ketika kita sudah memiliki sendiri tugas, kewajiban dan tanggungjawab yang lebih dan yang memiliki prioritas prioritas sendiri dan semuanya penting dan memerlukan perhatian khusus juga.
Kesempatan Perjalanan ke Surabaya kali ini benar-benar menyiratkan banyak pesan dari sang khalik, mengingatkan dan menyegarkan kita kembali akan perjalanan-perjalanan emosional yang kami lalui bersama, perjalanan2 pahit dan manisnya kebersamaan kami, tentang perjuangan seorang Ibu bagi 5 putra putrinya sendirian, tentang keterikatan batin yang erat secara emosional dan darah diantara kami yang tak terkatakan mungkin sempat terlindas oleh waktu karena perjuangan, kepentingan dan prioritas masig-masing.
Apa yang tidak berarti dan bermakna dalam kesempatan yang diberi Tuhan untuk mencurahkan perhatian dan energi kita pada sosok Ibu selain rasa syukur, karena apapun bentuk kesempatan ini ( bahwa kesedihan dan keprihatinan yang menyertainya), tetapi kita masih diberi waktu, diingatkan, dan diberi jalan oleh yang Maha Kuasa untuk sedikit membalas, lebih berpaling walaupun tidak ada setitik dan tidak setimpal dengan apa yang telah dilakukannya sampai sejauh ini, bahkan untuk setetes air susunya.
Dalam kesedihan, kegundahan dan kebingungan itu pesan-pesan itu sampai kepada kami, lebih mengukuhkan keterikatan batin kami, lebih meletakkan posisi kami ditempat yang sebenar-benarnya dan lebih memaknai hidup ini.
Selama kebersamaan kami yang singkat, aku tahu pasti darimana kekuatan spirit, pantang menyerah, survival itu berasal, darimana keisengan-keisengan anak dan cucu itu berasal (sungguh menggelikan dan membuat kami tertawa)
Bersyukur diberi kesempatan untuk menerima dan menjalani evaluasiNYA, kesempatan yang sama dan special ini mungkin tidak datang dua kali, semoga aku lulus, paling tidak ikhlasku dan usaha yang bisa kuusahakan dalam waktu yang sebentar menjadi contoh hidup bagi Farhan.... to do the right thing and to carry on what we have to do.
Catatan 19-25 Maret 08 - Trip to Surabaya( Ibu Sakit)