rachmi's posts with tag: pedagogical
Bukan hal yang mudah jika kita belajar sesuatu yang kita rasakan sulit karena keterbatasan kita, dan itu menimbulkan rasa enggan untuk melakukannya, tetapi kita harus melakukannya karena memahami untuk sesuatu yang lebih baik dan menunjang skill kita lainnya.
Berawal dari rasa suka karena terinspirasi film yang ditontonnya tentang Capoiera, rasa inginn nya dan bertemu dengan guru galak tapi mengesankannya membuatnya mantap mau belajar Seni bela diri dari negeri Brazil ini.
Semangatnya yang mengalami pasang surut karena berbagai hal ( pergantian pelatih, pergantian gaya melatih yang lebih cepat, sakit sehingga absent beberapa kali, kekakuan tubuhnya sendiri sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk mempelajarinya), BUT
Dia telah belajar memahami dirinya sendiri…belajar memahami kekurangan dan kelebihannya sendiri…...belajar menundukkan dirinya sendiri ( enggan, malas, kecil hati)…..belajar konsekuensi atas pilihannya sendiri…belajar konsistensi…belajar menerima kelebihan orang lain…belajar untuk memahami..jika kau menginginkan sesuatu yang lebih baik untuk dirimu..berjuanglah dengan lebih baik
ketika dia mau melakukan dan mencobanya…ketika dia datang dan bercerita bisa melakukan “hand stand’ walau dengan bantuan…ketika dia mau menunjukkan dan altihan “hand stand” dengan bantuanku dan membuatku sempoyongan menyangga badannya yang mantep…
It is more than enough and not the point how fast you could learn it or you could do it very well But you learn much than expected, Keep on going on Farhan!
Catatan 17 Februari 2008
Nyoba sebisanya.avi (6.8 MB)
Belum sehebat rekan-rekannya...belum lentur dan sempurna gerakannya..…walau tidak bisa baling2 dengan baik …walau tidak bisa berakrobat …..tapi siapa takut..aku masih belajar kok!..
Catatan : Sabtu, 16 Februari 2008 - saat ikutan shooting si Bolang-Trans & yang penting Pede n berani.avi (3.2 MB)
|  | Darah keturunan yang mengalir ditubuh mereka berbeda2 :Jawa, Sunda, Kalimantan, Aceh, ambon, madura, Bugis,Korea,Belanda. Bertengkar? Oo sering..bikin nangis yang paling kecil or yang cewek?…oo bisa rame2…jelous2 an?….ada juga...begitu ada kesamaan dalam kenakalannya atau keriuhannya..mereka kompak tanpa di instruksi……Anak-anak tetap anak2 bagaikan lukisan kosong bersih!….see…how happy they are and how rich Farhan is!
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan ia belajar keadilan,
Jika anak dibesarkan dengan rasa aman ia belajar menaruh kepercayaan,
Jika anak dibesarkan dengan prasangka dan pikiran negatif ia belajar untuk egois & emosional
Dan jika anak dibesarkan dalam lingkungan yang penuh rasa kasih sayang, persahabatan dan menerima Perbedaan apapun, ia belajar menemukan cinta dalam setiap peristiwa kehidupan..
|
|  | What a busy term ( child labour; poverty) in this semester, snake as class pet; Field trip ; volunteer, the teacher is te parent |
 Kabaret “ Heri Koper – the death of magic” plesetan Harri potter ini realisasi bagian dari project akhir”gradeV CES”. Melihat langsung pertunjukannya untuk penggalangan dana hasilnya akan disumbangkan ke teman sebayanya yang kurang beruntung disajikan dalam 2 sesi, karena kapasitas aula yang tidak mencukupi, seperti melihat kerja professional
Bentuk kolaborasi…team work…dan pembelajaran social science yang tepat, bagus dan sesuai dengan tema term di semester ini tentang kemiskinan dan sebelumnya tentang pekerja anak, what a busy term ! full learning!
Kolaborasi siswa, guru dan orangtua benar-benar realisasi team work yang solid. Script dan story oleh Mom Atta kontribusi yang tidak biasa, digodok dan melalui diskusi tentang peran…dan ending cerita.yang diusulkan Farhan , kalo Abbus Dumbledor ( plesetannya Agus doyan molor) yang menang…benar-benar didiskusikan dengan serius walau usulannya tidak diterima.
Persiapan dan pengaturan yang tidak main-main walau untuk scope sangat kecil. Dari iklan dalam bentuk poster – IT, setting tempat, walo bukan di panggung dan hanya di aula…semua jendela aula ditutup kertas (tertutup seperti gedung bioskop) didepan tempat mentas di hias sedemikian rupa menyerupai panggung. Penjualan tiket yang dengan harga Rp 4000,- /orang, akan mendapatkan 1 bungkus cemilan,mereka beli sendiri..jalan kaki… nawar dan milih2…sempat bikin merah muka gurunya..soalnya harga tiap kue ditanyaain..tapi belinya cuma sedikit…belum acara haus dan kehabisan uang…jadi deh uang gurunya yang dikorbanin ( pantas dia kurus). Sampai membuat truk dari kertas duplex untuk dijadikan tempat cemilan tadi dibuat, bener2 kerja team.
Sampai aku harus nambal n jahit gombal ( kain bekas) di baju hitamnya biar jadi jubah untuk peran Agus doyan molor agar mirip dengan Abbus dumbledor., walau sebenarnya sudah nemu kimonoku dan menurut penulis scriptnya akan bagus dan memberi nuansa pada cabaret nya, begitu tahu langsung ditolak mentah-mentah sama Farhan…masa bunga2 bunda yang bener aja!
Concern bahwa project akhir ini harus berhasil dan untuk apa… terlihat dari reaksi Farhan, ketika aku berada di dalam ruangan..sedangkan penontonnya sudah baris nunggu dibuka..Farhan nanya bunda sudah bayar? Belum, bukannya gratis, kan ini bundanya pemain ( mau nepotisme he..he..)…. Ya mbayar bunda…ini kan mau dikumpulin untuk dikasihin sama mereka!..he..he... just kidding! Oke..oke.. nanti pasti bayar!
Story and script oleh mom Atta ... bagus, bernilai dan cocok..sudah dibawakan dengan very confident, hanya satu catatanku..mungkin mom Atta terbiasa dengan script untuk audiencenya Tora sudiro jadi dialognya untuk kelas audience Tora, akan lebih oke lagi jika dengan dialog pendek2 dan lebih banyak gerakan, coz audience nya..mayoritas liliput2 lucu….jadi banyak terpesona dan tergelak gelak hanya dengan melihat dandanan Abbus dumbledor yang jenggotnya dari sumbu kompor dan gerakan2 lucu dari pemainnya... seperti harri potter nya kentut... or kabayan.. yang sarungnya melorot..... selebihnya pertunjukan dapat dinikmati...that’s the point.
Anyway It was a great job....!!! 28 November 2007

| |