 | Category: | Books | | Genre: | Comics & Graphic Novels | | Author: | Tita Larasati |
Hati2 dengan keinginan hatimu… kira2 begitu gambaran tepatnya..ketika buku "curhat tita" ditanganku, di kado lagi. Tahu kalau keinginan hati terkabul…pasti kusetting untuk keinginan yang lebih besar lagi ( kalau malaikat bisa nyentuh manusia..kali kepalaku dijuntrungin..sambil ngomong dasar ga tau diuntung he..he..he..)
Setelah harus sabar dapat giliran baca soalnya dah keduluan Farhan. Pertama yang kulihat secara fisik berbeda dengan “transition”, lebih tebel dan besar dikit, lebih enak dibaca ( dari tata letak gambar dan tulisan , lebih menarik penampilannya. Jika melihat covernya selintas malah seperti bukan komik).
Tentang isinya, diary grafis dengan pengantar bhs Inggris ini, bukan aku aja yang bisa dibuat tertawa-tawa..Farhan yang sudah duluan, beberapa kali tertawa tawa sendiri…dan betah bacanya..masih dia baca ulang besok paginya. Dia juga ingat sepatu boot Tita dan dia bahas.
Kalau dari segi tehnis, perkomikan dan disiplin ilmunya…sudah ada ahlinya yang menilai…secara pribadi… curhat tita sudah menyampaikan apa yang dicatat dan diceritakan melalui runtutan gambar-gambarnya…betul cerita sederhana, sehari-hari dan mungkin luput dari perhatian orang lain atau kebanyakan tapi menjadi sangat istimewa lewat coretan2 Tita.
Yang paling berkesan bagiku bagian percakapan antara Papa, mama dan Dhanu tentang pendapat dhanu tentang badan bongsornya mama..its a wonderful communication dalam keluarga dan bagian .”when Dhanu is around –and in (that) mood…aku merasakan kehangatan kebersamaan Ibu dan anak.
Aku setuju ketika Farhan bilang”Curhat tita” lebih seru!
Note: Thanks mba Niken yang sudah mewujudkan dan mempercepat keinginanku

 | Category: | Books | | Genre: | Comics & Graphic Novels | | Author: | Tita Larasati |
Rasa penasaran untuk baca “Diari Grafis” akhirnya terbalaskan setelah dapet komik terbarunya langsung dari pembuatnya , Tita Larasati.Walau masih pengen yang “Curhat Tita” paling tidak rasa ingin tauku tentang cergam/komik diari grafis terpenuhi.
fisik komiknya tipis…dengan bahasa pengantar Inggris, menarik seperti halnya membaca diari dalam tulisan. Bercerita tentang masa-masa peralihan ketika sampai di negeri orang….kesulitan2 ditempat baru & asing…penyesuaian dengan lingkungan dan hal-hal baru …tentang masa menghadapi kehamilannya di negeri orang…penyesuaian menghadapi keseharian dengan dua anak..dan penyesuaian lagi dalam segala hal ketika kembali lagi ke tanah air….digambarkan dengan runtut dan mewakili.
Cerita yang menurutku paling menarik dan membuatku bener2 ketawa tentang catatannya “Fun Job” menjadi baby sitter 2 anak…menghadapi kenakalan anak2..ketika iseng dengan bel rumah orang, membuatnya cepat cepat berlalu darisana dengan mengendong dan menggandeng anak2 itu…gambar dibelakangnya pemilik rumah mengomel sambil mengacungkan tongkat marah & ekspresi cekikikan dari anak2 nya ..bener2 pas digambarkan.
Coz inilah diari grafis yang baru kukenal….dan secara aku tidak bisa menggambar…diari grafis ini menyenangkan…mewakili yang diceritakan dan tidak membosankan..hanya nurutku ( apa memang begitu didunia cergam ya)…tata letak urutan dan tulisan nya mungkin agak diperhatikan lagi ..kadang2 untuk ukuranku yang agak bolot..harus benar-benar teliti membaca urutannyya.
Selebihnya Oke ...sukses untuk kemunculan “diari Grafis” pertama di Indonesia dan karya2 selanjutnya…ditunggu juga yang dalam edisi Indonesia dan edisi khusus anak2.

 Nonton bareng tanggal 24 Mei kemarin di Teater Tertutup Taman Budaya, walau Bandung sempat diguyur hujan beberapa jam sebelumnya, berakhir dengan memuaskan.
Referensi nya : Kelompok Etha-Dam lahir tahun 1998 didirikan oleh Ibrahima Sissoko ( pernah mengenyam pendidikan di akademi Tari paris). Kelompok ini menyatakan identitas seninya melalui estetika orisinil yang berasal dari kekhasan aliran baru tari Hip-hop Prancis. Dengan “ Aduna, Terre D’adventure” kelompok ini memainkan pengaruh kebudayaan yang beragam untuk memasuki dunia yang sangat berbeda. Istilah Aduna (bahasa Wolof), adalah sebuah konsep yang menggabungkan makna tentang hidup, dunia dan takdir. Pertunjukan “ Aduna, Terre d.aventure”akan diadakan dilaksanakan di 5 kota besar di Indonesia dan Bandung sebagai kota pertama, hasil kerjasama CCF Bandung (pusat kebudayaan Perancis) dan Jendela Ide.
Begitu masuk ruang teater tertutup Taman Budaya Dago Bandung, aku merasa ini jauh lebih baik dari waktu sebelumnya ketika menonton kelompok “Pokemon” (Perancis), kali ini merasa akan lebih nyaman menontonnya,selain dari setting tempat duduk yang lebih dekat dengan panggung, tidak mulur waktunya, juga tidak berdesak-desakan, walau akhirnya ruangan terisi penuh.
Tentang performance mereka…aku melihat ini mereka telah menunjukkan bahwa tarian mereka bisa diterima oleh semua kalangan/dunia yang berbeda, tanpa meninggalkan ke orisinilan dan kekhasan mereka. Lebih dari itu mereka sudah menyampaikan dengan indah dunia seni melalui gerak dan olah tubuh mereka yang menunjukkan tentang kemahiran dan kepekaan.
Melihat Etha Dam membuatku berpikir…mudah-mudahan hip hop yang kita kenal dan banyak ditiru oleh kalangan muda..bukan sebagai kebudayaan yang hanya untuk diikuti saja..tetapi sebagai lahan untuk memunculkan kreativitas, ide-ide baru tentang kekhasan seni, khususnya hip hop Indonesia, seperti hal nya hip hop2 perancis. Mudah-mudahan hal inilah yang akan banyak ditangkap oleh penontonnya.
Special Thanks to Jendela Ide yang sudah memilih , mengatur dan terlibat dalam terlaksananya pertunjukan dan nonton bersama ini.

 | Category: | Music | | Genre: | Miscellaneous | | Artist: | Jendela Ide's percussion & others |
Melihat konser Jendela Ide tanggal 27 April 2008 kemarin..seperti masuk ke dunia anak-anak dan anak muda….Aura gairah, bebas berexpressi dan semangat mereka benar-benar memenuhi suasana dan menular pada penonton. Alur konser yang sedemikian dinamis dalam waktu kurang lebih 2 jam ( waduh ga ngitung pasnya) terasa menyenangkan, sangat kunikmati dan terasa singkat ( padahal tiap2 latihan nonton ya, kok ga bosen)
Mencoba melihat dari sisi penonton dan kacamata mata orang luar, secara keseluruhan konser yang melibatkan anak muda sebagai pemain, sebagai panitia dll ini bisa dibilang sukses. Salutku buat Jendela Ide dan pembimbingnya Ibu Marintan Sirait dan Bapak Andar Manik yang sudah sedemikian berjuang untuk memberi wadah, sarana dan keleluasaan buat anak-anak dan kawula muda untuk memanjakan dan memaksimumkan kreativitas, untuk memberi sarana dan media, dan mengarahkan, untuk mencoba berbuat adil bagi semua peserta, ku pastikan bukanlah hal yang mudah dan menguras energi yang besar, dan tidak hanya butuh IQ yang tinggi tapi EQ juga teruji.
Ini adalah benar-benar konsernya ide-ide brilliant, konser kreativitas dalam management, dan dalam berseni.Beberapa terlihat masih harus lebih dipoles lagi seperti kesiapan tenaga2 di bagian-bagian yang incharge pada saat on the spot, seperti kesiapan runner, kesiapan lighting, kesiapan dibalik panggung, karena walau bagaimana hal-hal tersebut akan terlihat dalam jalannya konser. Dimaklumi karena ini lahan belajar bagi anak-anak muda dan masih butuh banyak bimbingan, tapi bisa dijadikan catatan untuk kedepannya
Bravo Jendela Ide! Don’t stop & keep on going move! Selalu ada batu-batu or kerikil tapi itulah konsekuensi untuk terus maju!

 | Category: | Movies | | Genre: | Comedy |
Nah kalau sebaliknya, gimana kalau seorang laki-laki yang siap mempersunting perempuan yang dicintainya harus bertemu, kenalan dan tinggal selama seminggu dengan camer?
Pas bener lagi pengen nonton dan milih 1 saluran TV dapet suguhan Film box office yang di peranin oleh Robert De Niro dan Ben Stiller. Walau ini film tahun 2000 yang dikemas dalam drama komedi menurutku masih bagus dan ditonton kapan aja, ga kadaluwarsa.
Bercerita tentang perjuangan seorang laki-laki untuk bisa diterima di keluarga perempuan, tetapi segala usahanya semuanya malah mendatangkan bencana dan tentang perasaan laki-laki itu terhadap sikap camer ( laki-laki) terhadapnya, terlebih mengetahui bahwa Ayah Perempuan itu ternyata ex- CIA ( bagian interogasi). Ketidak nyamanan yang dirasakannya semakin diperburuk oleh prasangka2 dari camernya dan juga dari dirinya sendiri, walau dia bersikap apa adanya dan jujur, semua jadi serba salah.
Ben Stiller dengan gaya dan aktingnya bener2 menggambarkan sosok yang easy going, dibesarkan dan tumbuh dengan kebebasan memilih untuk jadi diri sendiri, dan dengan keyakinan bahwa yang terbaik adalah ketika kamu memilih sesuai hatimu dan kamu nyaman dengan hal itu, bener bener pas dan mampu mengimbangi acting Robert De Niro yang kharismatik dan wibawanya selalu terlihat di film2 nya.
Lebih dari itu Film ini ingin menyampaikan..sampingkanlah..enyahkanlah.. egoisme diri..pandangan2 yang terbaik dimata kita belum tentu terbaik untuk orang lain bahkan untuk anak yang kita sayangi…tentang luluhnya kekerasan hati seorang ayah karena kasihnya ketika melihat cinta anak perempuan yang disayanginya..dan harus mengenyahkan gengsinya sebagai seorang laki2. Tentang akhirnya cinta lah yang memenangkannya.
Happy ending film diakhiri dengan bagaimana perseteruan Greg focker dan camer yang diam2 dilakukan....greg yang memaki dan ngata-ngatai foto camer dan diintai camer nya melalui camera tersembunyi di foto itu, sangat menggelikan. Dengan ungkapan Camer terhadap istrinya bahwa “masih satu lagi yang harus dilakukan , ketemu orangtuanya.! Di Tahun 2004 muncul sequel filmnya “ Meet the Fockers” ( familyname greg), lebih seru lagi.
Bisa jadi Referensi untuk yang mau ketemu camer atau yang jadi Camer or nantinya jadi camer. BTW ga rela juga kalau nanti Farhan mengalami hal yang sama..kaya greg.. ..he…he..he..:))

     | Totto Chan,,,,,,,,,Gadis Cilik Di Jendela | Jan 29, '08 4:22 AM for everyone |
 | Category: | Books | | Genre: | Other | | Author: | Tetsuko Kuroyanagi |
Buku ini kutemukan ( maksudnya baru baca) kurang lebih 5 tahun yang lalu..dan uniknya..sampai saat ini masih enak di baca…bahkan oleh Farhan yang catatannya paling males buku yang penuh tulisan 271 halaman. Kali ini dan untuk buku ini tidak….buku ini nyaris tiap hari jadi penutup sebelum tidur,apakah baca sendiri atau dibacakan ( banyak dbacakannya), dan hebatnya ada satu bagian bab yang secara garis besar cerita dia hapal dan tahu…padahal itu sudah beberapa tahun yang lalu pernah kuceritakan.
Buku yang menceritakan tentang kisahnya sendiri, setting tahun 1937...an di jepang diperuntukkan mantan kepala sekolahnya Mr. Sosaku Kobayasi menceritakan tentang gadis cilik..yang cerdas, expresif, spontan..dengan curiousity yang besar, selalu ingin mencoba,mengamati dan menganalisa dan meniru segala sesuatu yang ditemuinya, yang dianggap aneh dan mengganggu oleh guru tempatnya sekolah dan ibunya harus memindahkan ke beberapa sekolah karenanya.
Sampai ketika pindah ke sekolah Tomoe Gakuen, yang kelasnya berupa gerbong2 kereta api dan bertemu dengan kepala sekolah, Mr. Kobayashi yang giginya ompong... yang sangat mengesankannya( dalam catatannya sangat mencintai anak-anak dan mendedikasikan hidupnya untuk anak2 dan pendidikan).
Cerita masa kecilnya, kenakalan-kenakalannya, tentang sekolah Tomoe,Mr. Kobayasi, teman2nya, orangtuanya, anjingnya diceritakan dengan luar biasa dalam beberapa bab, tidak bertele2 dan singkat namun mewakili dan menarik.
Buku ini membuatku berpikir..jangan-jangan kita atau pendidikan kita tidak memberi peluang rasa ingin tahu alami anak-anak berkembang atau bahkan membunuh curiosity itu, sebagai dasar untuk 'belajar'. Bahwa nakal berbeda dengan jahat, nakal anak2 lebih karena rasa ingin tahu, ingin mencoba, karena kecerdasan dan kreativitasnya.
Mengenal Mr. Kobayasi melalui buku ini membuat aku hormat dan sayang dengan sosok, karakter dan dedikasinya..kecintaannya dengan alam dan segala sesuatu yang bersifat alamiah..melahirkan dasar pemikiran bahwa setiap anak terlahir dengan watak dan karakter yang baik..lingkungan dan pengaruh-pengaruh orang dewasalah yang membelokkannya.
Buku ini mengajarkan hakikat 'pendidikan' manusia yang sebenarnya, tidak heran jika buku yang diliris tahun 1982 an..laris manis dinegaranya (4.500.000 exemplar/tahun kalau tidak salah), dibaca oleh semua kalangan bahkan anak2 dan dijadikan buku wajib pendidikan.
Walaupun aku sudah melihat beberapa guru atau sekolah swasta di sini memiliki dan membaca buku ini. Aku berharap akan lebih banyak pihak lagi yang membacanya tidak hanya guru,sekolah atau orangtua dan anak2 saja..tetapi semua kalangan......karena masih banyak generasi2 yang akan datang..apakah itu anak..keponakan..anak orang.. anak teman..anak saudara..adik dsb..semua adalah bagian dan tanggung jawab orang2 yang sebelumnya terlahir. Buku ini banyak memberi inspirasi!

| Category: | Movies | | Genre: | Horror |
Senin sore or malam kemarin emang pilihan yang tepat untuk nonton, setelah weekend nya yang diisi ful latihan2 nya yang dia lalui setelah sakitnya....terus syndrom ‘I don’t like Monday’ lagi nyerang kita dan lagian mau menuhin janji ku untuk nonton bioskop yang tertunda karena banyak hal dan bisa dia terima dan mengerti, rasanya ga salah sekali2 ( dua ato tiga kali denk) kalau bikin rencana dadakan..nonton bioskop bareng di hari biasa.
Setelah diingatin keburu ujan dijalan..emang langit dah gelap and gludak gluduk dah rame..pergi juga akhirnya setelah jam kantorku bubar. Syukur ga jauh ..jadi sebelum hujan mengguyur dan menderas..kita dah nyampai di ditempat. Bunda..kita ke Megablitz dan milih2 trus beli dulu aja .… abis gitu baru kita tinggal sambil nunggu jam masuk..bisa shalat maghrib dulu dan makan...bener juga. Maunya film Horor….oalaah…oke aja de..naikin adrenalin lagi!..ada beberapa film horror. Minta rekomendasi si neng manis yg jual tiket…karena dah diseleksi tinggal 2 film…the house and the orphanage.. liat poster the house se..emang lebih serem ( manusia jalan tanpa kepala), tapi ga sreg. Dari rekomendasi…jadilah nonton The Orphanage.
Ternyata film Espana ..dan bahasa yang dipakai pun bahasa spanyol ( ya iya lah..) dari scene awal saja sudah menggambarkan misteri, yang diawali dengan permainan anak2 seperti petak umpet tapi ala espana dengan background rumah tua..dan gaung suara tertawa riang anak2… digambarkan sebagian anak2 itu memiliki kekurangan fisik.
Layaknya film horror lainnya..penuh misteri…bedanya film ini sarat dengan nilai2 kemanusiaan dan menyorot sisi manusiawi yang sangat jarang kutemui di film2 horor lainnya. Masalah dimulai ketika satu keluarga, seorang dokter dan istrinya yang pernah tinggal di rumah itu ( panti asuhan) dengan Simon anak adopsinya yang menderita HIV mulai menempati rumah tersebut yang rencananya akan digunakan untuk panti asuhan lagi tapi hanya untuk beberapa anak. Keanehan2 selanjutnya dimulai ketika Simon mulai menceritakan teman2 nya yang tidak terlihat… selanjutnya kemunculan Begnina, wanita tua yang tiba2.dengan pin berisi foto2 tua…sampai akhirnya Simon menghilang…
Lebih dari misteri2 yang dimunculkan film ini… sebenarnya inti cerita film ini lebih menggambarkan kasih sayang seorang Ibu yang dahsyat pada anaknya…tentang rasa sakit hati dan dendam seorang Ibu ketika melihat anaknya korban permainan yang tidak disengaja… tentang kasih sayang seorang ibu sepanjang hayatnya….rasa kasih sayang Ibu yang tak mengenal putus asa…dan kasih sayang ibu menuntunnya untuk menemukan anaknya kembali, walau tidak seperti yang diharapkan… sangat menyentuh..kurasa aku belum pernah nonton film horror yang bikin terharu or nangis. Lebinya untuk yang belajar bahasa spanyol…nonton film ini bisa jadi ajang belajar..karena pronunciation nya sangat jelas dan bisa ditiru.
Ga salah kalau Farhan bilang ini film horror bagus dan penuh makna bunda…walau selama film berlangsung..kita kasak kusuk sendiri..karena ada beberapa scene2 yang kurang dia mengerti ..dan harus kujelaskan ..walau sepanjang jalan nuju pulang jadi bahasannya yang tak henti-henti…karena kritik2 annya karena secara logika harusnya tidak begitu....namanya juga film… but it’s ok!
 | Category: | Books | | Genre: | Sports | | Author: | Hendri Agustin |
Walau telat menemukana buku ini dan setelah sempat kehabisan di satu tempat dan harus nyari di tempat lain akhirnya dapet, aku bisa berkomentar, beruntung sekali para generasi-generasi anyar , pendaki gunung terutama pemula kini sudah dapat menemukan referensi yang komplit dan detil tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan pendakian, dengan pengantar bahasa Indonesia dan harga murah, referensi yang tepat untuk melakukannya dengan benar, dan dikupas sampai detil salah satu contohnya pakaianyang nyaman untuk aktivitas ini dari yang paling dalam sampai yang paling luar, accessories dll.
Penulis juga memberikan alasan yang jelas untuk anjuran-anjuran yang dituangkan . Lebih dari komplit seperti belajar beberapa ilmu untuk satu aktivitas, membuatku berpikir ini panduan yang tepat dan wajib untuk organisasi yang ingin memulai aktivits ini dengan cara yang benar..
Nilai Plus nya buku ini tidak hanya memberikan wacana tehnis saja, tetapi mengusung nilai moral, etika dan leadership dalam pendakian yang membangun nilai-nilai kepemimpinan terhadap diri sendiri, orang lain , alam sekitarnya.
Untuk peminat yang suka membaca… buku komplit ini akan cepat dilahap…tetapi mungkin harus dipertimbangkan untuk kalangan anak usia smp/sma, buku dengan 260 halaman pasti akan kalah dengan modal nekat mereka, meski buku inidirancang sebagai sumber bukan pelatihan.
Cover buku juga sudah dikemas dengan berwarna dan menarik ( ada gambar kaki dan foto pendaki), membuat Farhan menoleh dan membaca title buku itu. Begitu melihat ketebalannya.. dia berkomentar… nah Bunda baca sampai habis ya…bunda kan suka baca… he..he..he…
Foto-foto didalam buku juga mungkin jauh lebih menarik jika berwarna, tapi dapat dimengerti mungkin pertimbangan harga jual yang melonjak jika foto2 ditampilkan bewarna.
Selebihnya buku ini sangat bermanfaat dan wajib dibaca bagi yang akan memulai, yang hanya mengenal/mengetahui separo2 infonya… yang ingin berbagi pengalaman..tentang pendakian gunung dan dapat memberikan inspirasi baru.

 Kabaret “ Heri Koper – the death of magic” plesetan Harri potter ini realisasi bagian dari project akhir”gradeV CES”. Melihat langsung pertunjukannya untuk penggalangan dana hasilnya akan disumbangkan ke teman sebayanya yang kurang beruntung disajikan dalam 2 sesi, karena kapasitas aula yang tidak mencukupi, seperti melihat kerja professional
Bentuk kolaborasi…team work…dan pembelajaran social science yang tepat, bagus dan sesuai dengan tema term di semester ini tentang kemiskinan dan sebelumnya tentang pekerja anak, what a busy term ! full learning!
Kolaborasi siswa, guru dan orangtua benar-benar realisasi team work yang solid. Script dan story oleh Mom Atta kontribusi yang tidak biasa, digodok dan melalui diskusi tentang peran…dan ending cerita.yang diusulkan Farhan , kalo Abbus Dumbledor ( plesetannya Agus doyan molor) yang menang…benar-benar didiskusikan dengan serius walau usulannya tidak diterima.
Persiapan dan pengaturan yang tidak main-main walau untuk scope sangat kecil. Dari iklan dalam bentuk poster – IT, setting tempat, walo bukan di panggung dan hanya di aula…semua jendela aula ditutup kertas (tertutup seperti gedung bioskop) didepan tempat mentas di hias sedemikian rupa menyerupai panggung. Penjualan tiket yang dengan harga Rp 4000,- /orang, akan mendapatkan 1 bungkus cemilan,mereka beli sendiri..jalan kaki… nawar dan milih2…sempat bikin merah muka gurunya..soalnya harga tiap kue ditanyaain..tapi belinya cuma sedikit…belum acara haus dan kehabisan uang…jadi deh uang gurunya yang dikorbanin ( pantas dia kurus). Sampai membuat truk dari kertas duplex untuk dijadikan tempat cemilan tadi dibuat, bener2 kerja team.
Sampai aku harus nambal n jahit gombal ( kain bekas) di baju hitamnya biar jadi jubah untuk peran Agus doyan molor agar mirip dengan Abbus dumbledor., walau sebenarnya sudah nemu kimonoku dan menurut penulis scriptnya akan bagus dan memberi nuansa pada cabaret nya, begitu tahu langsung ditolak mentah-mentah sama Farhan…masa bunga2 bunda yang bener aja!
Concern bahwa project akhir ini harus berhasil dan untuk apa… terlihat dari reaksi Farhan, ketika aku berada di dalam ruangan..sedangkan penontonnya sudah baris nunggu dibuka..Farhan nanya bunda sudah bayar? Belum, bukannya gratis, kan ini bundanya pemain ( mau nepotisme he..he..)…. Ya mbayar bunda…ini kan mau dikumpulin untuk dikasihin sama mereka!..he..he... just kidding! Oke..oke.. nanti pasti bayar!
Story and script oleh mom Atta ... bagus, bernilai dan cocok..sudah dibawakan dengan very confident, hanya satu catatanku..mungkin mom Atta terbiasa dengan script untuk audiencenya Tora sudiro jadi dialognya untuk kelas audience Tora, akan lebih oke lagi jika dengan dialog pendek2 dan lebih banyak gerakan, coz audience nya..mayoritas liliput2 lucu….jadi banyak terpesona dan tergelak gelak hanya dengan melihat dandanan Abbus dumbledor yang jenggotnya dari sumbu kompor dan gerakan2 lucu dari pemainnya... seperti harri potter nya kentut... or kabayan.. yang sarungnya melorot..... selebihnya pertunjukan dapat dinikmati...that’s the point.
Anyway It was a great job....!!! 28 November 2007

| |